Kamis, 30 Mei 2013

tetebatau tempat perkembanggan pariwisata di lombok timur

tetebatu butuh pendidikan pariwisata
 di lombok timur

Tete Batu Desa wisata Tete Batu terletak pada ketinggian 700 meter di atas permukaan laut dengan pemandangan pedesaan yang indah dan udara yang sejuk, bersih dan segar sehingga anda akan merasa rileks dan nyaman, selain itu warga desa ini juga ramah dan bersahabat. Tete batu memiliki akomodasi yang bagus seperti hotel Soedjono dan Green Orry cottage yang dilengkapi dengan restoran. Tinggal di Tete Batu adalah sebuah pilihan yang tepat bila anda masih ingin melanjutkan perjalanan untuk mengunjungi objek wisata lainnya di kaki Gunung Rinjani karena Tete Batu terletak di tengah jalur menuju beberapa objek wisata seperti air terjun Aiktemer, Otak Kokoq, Desa Pringgasela dan Suradadi. Beberapa tour travel memilih desa ini sebagai salah satu temapt peristirahan bagi tamu-tamu merek

JEROWARU TEMPAT PARIWISATA TERBESAR DI LOMBOK

JEROWARU TEMPAT PARIWISATA TERBESAR 
DI ASIA TENGGARA
 Kecamatan Jerowaru terletak di ujung Selatan Lombok Timur yang kaya dengan potensi pengembangan budidaya perikanan pantai (Kerapu, Lobster, dll). Kecamatan yang dikenal dengan sebutan SEKAROH ini menyimpan sejuta pesona pariwisata yang eksotis (Pantai Surga, Sungkun, Kaliantan, Cemara, Gili Sunut dan Tanjung Ringgit adalah tempat-tempat yang senantiasa dikagumi oleh siapapun yang memandang).
Kekurangan air bersih merupakan masalah klasik yang telah lama dihadapi oleh warga di daerah selatan pulau Lombok termasuk Jerowaru. Hal ini telah diupayakan solusinya oleh Pemda Lombok Timur dengan memberikan bantuan beberapa truk pengangkut air bersih namun tetap saja tidak mampu memenuhi hajat hidup penduduk yang rata-rata hidup di bawah garis kemiskinan.
Mata pencaharian penduduk secara umum adalah bertani, berladang dan berternak. Pada musim hujan para petani menanam padi dengan sistem Gora (gogo rancah, peninggalan Presiden Soeharto)sementara di musim kemarau sebagian menanam tembakau Virginia. Untuk menopang usaha pertanian ini para petani umumnya membangun semacam penampung air berukuran 0,5 - 2 hektar yang disebut Embung. Embung ini menampung air hujan di musim penghujan untuk digunakan mengairi sawah di musim kemarau.
Di samping yang telah disebutkan di atas jerowaru juga dikenal sebagai sentra budidaya perikanan air tawar di embung-embung yang banyak tersebar terutama di Desa Sukeraje, Desa Jerowaru, Desa Pandan Wangi dan Desa Wakan. Jenis ikan yang dipelihara biasanya adalah ikan karper dan ikan nila, yang dipanen (biasanya dengan sistem memancing borongan) mulai bulan Mei sampai Agustus tiap tahunnya.
DESA & DUSUN DI KECAMATAN JEROWARU (berdasarkan Demographic Surveillance oleh Saiful Basri, thn 2003)
1) Desa Jerowaru (terdiri dari dusun Jerowaru, Montong Wasi, Sepapan, Orong Bukal, Pejeruk, Batu Bawi, Mungkik, Paek, Sejawe, dll)
2) Desa Sukaraja (terdiri dari dusun Sukeraje, Tangun, Batu Tambun, Dasan Baru, Embung Dalem, Lingkok Baru, Lingkok Lauk, Tangar, Tuping, Wakan)
3) Desa Batu Nampar (terdiri dari dusun Batu Nampar,Menseh, Pene, Sagik Mateng, Tembere)
4) Desa Pemongkong (terdiri dari dusun Ekas, Gili Blek, Jelok Buso, Kuang Rundun, Oleng, Pemongkong, Pengoros Dalem, Aro Inak, Serewe, Serumbung, Sungkun, Sunut, Tabuan, Ujung, Ujung Ketangge dll)
Namun saat ini (2011) desa-desa tersebut tengah dipersiapkan untuk dimekarkan wilayahnya menjadi beberapa desa yang baru sebagai berikut:
1. Desa Pandan Wangi (pemekaran wilayah Desa Jerowaru)
2. Desa Wakan (pemekaran dari wilayah desa Sukaraja)
3. Desa Pengoros (sebelumnya bagian dari desa Pemongkong)
4. Desa Ekas (bagian dari desa Pemongkong)
5. Desa Pene (dari Desa Batu Nampar)